Langsung ke konten utama

Tidak Akan Berhasil Ilmu Kecuali dengan Enam Hal Ini


Urang moal hasil elmu anging ku genep perkara
Hiji kacerdasannana pek gunakakeun saenyana
Kudu luhur semangatna, sabar jeung apik akhlakna
Kudu tekun diajarna jeung kudu cukup beukeulna
Guru nu bener ahlina, waktuna ge kudu lila
Santri teh calon ulama, neruskeun tugas anbiya
Mumpung jumeneng guruna, aya kasempatannana

Syair ini selain merupakan syair dalam kitab ta’lim muta’lim yang menjelaskan tentang syarat-syarat menghasilkan ilmu. Syair ini juga menjadi syair pembuka pengajian kitab kuning serta pembelajaran kelas di PP Azzainiyyah Sukabumi yang dicetuskan oleh sesepuh Pondok itu sendiri yaitu Pangersa Uwa (Alm. K.H. Zezen Zainal Abidin Bazul Ashab). Tidak tanpa sebab menetapkan syair ini sebagai pembuka pengajian dan pembelajaran, karena beliau berharap syair ini dapat tertanam dalam jiwa santri.
Syair ini mengandung enam perkara yang harus dimiliki dan menjadi syarat dalam mencari ilmu agar ilmu itu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan oranglain.  Diantara keenam perkara itu adalah:
Pertama, Cerdas ( دكاء  ) cerdas disini yaitu kecerdasan yang diiringi dengan kepekaan terhadap ilmu. Peka itu penting loh kawan, jangan jadi mahasiswa yang loading atau hokcai. Jadikanlah ilmu sebagai hewan buruan ( العلم كالصيف ( dan ikatlah hewan buruan itu dengan tulisan (والكتاب قيده  ).
Kedua, semangat yang tinggi ( حرص) adalah semangat yang terus berkobar dan tak henti-henti, dimana ada ilmu disitulah semangat menyala. Semangat dalam mencari ilmu bisa kita dapatkan dari diri kita sendiri dan berbagai faktor yang bisa mempengaruhinya, diantara hal-hal yang berurusan dengan asmara, lingkungan, atau keuangan. Dan yang harus menjadi prioritas kita adalah berniat untuk membahagiakan ortu kita titik.
Ketiga, sabar ( اصطبار) dalam segala cobaan karena tak ada manusia yang hidup tanpa cobaan. Apalagi untuk para pencari ilmu cobaan selalu menerpa dan disitulah kesabaran dibutuhkan, selalu katakana pada dirimu “Sabar! Sabar! Sabar!”.
Keempat, bekal/materi ( بلغة)  mencari ilmu tak hanya ditempat kelahiran saja tetapi carilah ilmu sampai keluar lapangan (merantau)
Kelima, memilih guru yang tepat ( ارشاد استاذ)
Keenam, waktu yang lama (طول الزمان)
Sudahkan kita melakukan enam perkara diatas? Jawaban ada paada diri kita masing-masing.

Komentar